Rindu

Aku kehilangan arah untuk pulang

Melangkah seorang diri

Entah aku harus kemana

Angin bergerak begitu kencang

Hingga aku tak sanggup untuk berdiri

Hanya terdengar suara deru ombak

Aku terus melangkah menelusuri

Wahai engkau yang aku cinta

Penghuni hati yg bergejolak

Aku tak sanggup jika harus sendiri

Apakah engkau tahu?

Aku menunggumu dalam sunyi

Iklan

Kekasih Dalam Hati

Malam ini kulihat bintang begitu indah

Dengan alunan angin yang mengiringi

Aku duduk termenung

Aku melihat bintang dan menghitung dalam hati

Aku tidak bisa berhenti untuk memikirkanmu

Dalam benakku bagaimana kabarmu sekarang?

Masihkah bisa aku menghabiskan waktu bersamamu

Ataukah mungkin sudah ada orang lain yang mengisi hatimu

Aku tetap termenung

Aku tidak tahu bagaimana kamu sekarang

Aku hanya manusia yang penuh kehaluan

Aku tidak berani untuk menatapmu secara langsung

Aku tidak berani untuk berbicara kepadamu

Aku tidak berani memberikan banyak perhatian kepadamu

Aku….

A….aku…hanya pecundang

Aku hanya berani mencintaimu secara diam-diam

Aku hanya bisa bahagia jika kamu bahagia

Aku hanya akan menangis ketika aku tidak bertemu denganmu

Aku hanya bisa bersedih jika kamu bersedih

Aku canggung untuk semuanya

Apakah pantas aku mencintaimu dalam hati?

Apakah pantas aku menjadikanmu kekasih dalam hati?

Kata Mu

Seperti alunan musik tanpa suara

Seperti lampu tanpa cahaya

Hai kamu…. Ya kamu….

Mengapa secepat itu kamu menghilang?

Adakah rasa Rindu dihatimu?

Ku mengingat banyak kenangan tentangmu

Awal pertama ku mengenalmu

Yang mengajarkan banyak hal

Kamu… Yang selalu mengatakan untuk jangan berubah

Untuk tetap menjadi dirimu sendiri

Namun….

Nyata nya itu semua sama saja

Sendu yang kurasakan tak sesuai dengan ucapanmu

Katamu cara menatapmu aku rindu

Bagaimana bisa kini kamu membenci?

Bahkan tidak lagi seperti waktu itu

Kamu mengajarkan banyak kisah nyata

Kamu yang selalu jahil

Kamu yang selalu tersenyum dan menatap dengan kata

Seakan katamu itu hanya sebuah lara

T E R L A M B A T

Mungkin hal serupa pernah dirasakan oleh sebagian orang. Tentang rasa, alunan langkah, tangis bahagia bahkan bisa menjadi haru. Memang tidak ada yang pernah tahu sampai kapan kita terhenti oleh langkah & juga nafas yang mengikuti. Alam semesta ini tercipta sebagai saksi kehidupan.

Merenung dan terus bersedih bukan lah pilihan yang tepat. Tapi menyesali & ingin merubah yang harus dilakukan. Sebuah tantangan yang terus berjalan memutari langkah roda kehidupan. Seakan berjalan nya waktu rasa terlambat itu pun akan sirna ketika kita sudah ikhlas.

Entah itu teman, sahabat, adik/ kakak bahkan sanak keluarga. Pasti mereka akan pergi jauh meninggalkan kita yang ada di alam semesta ini. Bagaimana jika kita terlambat untuk bertemu? Bagaimana jika kita tidak bisa memenuhi janji untuknya? Hanya rasa kecewa yang ada dalam hati kecil kita. Rasa ingin terus mengulang waktu untuk bisa bertemu dengan nya. Itulah.

Ibu

Sosok perempuan separuh baya

Rambut hitam yang berubah menjadi putih

Kulit yang mulai berkeriput

Dia berdiam diri ….

Memandang ke arah jendela

Pandangan kosong menyelimutinya

Harapan yang penuh makna

Ibu ….

Dia seorang diri

Tinggal di sebuah rumah tanpa seorang teman

Dia sangat merindukan …..

Merindukan anak yang sudah tumbuh dewasa

Bukan kembali ke masa kecil

Dia memiliki harapan ….

Kebahagiaan anak

Sangat penting untuknya

Berkorban demi apapun

Mendoakan yang terbaik

Ibu ……

Kasih mu begitu besar

Ketulusan untuk melindungi ku

Selalu menjaga ku

Dan selalu mendoakanku ….

K U A T Part 2

Tidak ada yang pernah tahu kedepan nya kita akan menjadi seperti apa. Sekencang-kencangnya kamu berlari & terus melangkah tetap saja merasakan luka. Ketika kemarin aku berkata bahwa dia merupakan pria yang tangguh. Tetapi pada kenyataannya dia tidak sekuat itu.

Kini usia temanku 18 tahun. Menjalani kehidupan selama 14 tahun tanpa sosok seorang ayah sudah terbiasa baginya. Tetapi bagaimana jika ibu yang disayangi juga ikut pergi meninggalkan? Bagaimana bisa untuk bertahan hidup?

Mungkin memang sulit tetapi ketika dia benar-benar rapuh dan sudah terlanjur kecewa. Tetap saja dia tegar menjalani kehidupan yang begitu rumit. Dia sama sekali tidak bisa untuk membenci ibunya. Karena bagi dia sosok ibu selalu menguatkannya. Selama kurang lebih 2 tahun ibunya pergi dan menikah kembali. Kini dia bisa untuk berusaha menjadi sosok yang kuat. Karena dia sudah terbiasa.

Tetapi dia tidak sendiri. Semenjak ibunya pergi kini dia tinggal bersama tante & eyang putri. Menurutku ibu nya tetap peduli sekalipun dia meninggalkan tapi tetap saja sang ibu bertanya tentang keadaan sang anak oleh adik perempuan nya. Bagaimana pun dia tidak tega meninggalkan anak semata wayang hidup sendiri tanpa pengawasan orang tua.

Yang membuat ku bangga adalah teman ku memiliki sosok kuat & tidak mudah putus asa. Dan temanku selalu ada dijalan yang benar. Beginilah kenyataan nya. Hidup yang berwarna & tetap disyukuri apapun jalannya.

K U A T 

Ada sebuah cerita mengenai kehidupan seorang anak kecil dan kini sudah beranjak dewasa. Permasalahannya begitu rumit hingga suatu ketika dia mencoba untuk bangun dan terus melangkah sendiri dengan seluruh jiwa & raga yang dia miliki. Dia seorang pria tangguh menurutku. Menjalani sebuah kehidupan yang tak layak membuatnya harus berusaha untuk tetap hidup pada masa kecilnya. 

Ini bukan sebuah aib. Hanya ingin berbagi cerita. Entah percaya atau tidak. Ketika masa kecil kita selalu diberikan kebahagiaan & kasih sayang. Dia tidak pernah sama sekali merasakan hal itu. Lantas bagaimana cara dia untuk bertahan hidup selama ini? Apakah dia seorang diri? Pikirku saat dia bercerita waktu itu.

Aku sangat terharu ketika dia bercerita bahwa saat usia nya berkisar 8-9 tahun harus giat untuk mencari uang. Menghidupi dirinya dan ibu yang selalu penting dalam kehidupannya. Lalu dimana sang ayah, yang seharusnya jadi sosok terkuat dalam keluarga? Apakah beliau masih ada dan memberikan semangat? 

Dan dia berkata. Ayahnya meninggalkan dia & ibu nya ketika dia berusia 4 tahun. Sang ayah lantas pergi meninggalkan ibunya demi menikah dengan wanita lain. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah menjadi “lelaki bajingan” seperti yang pernah dialami semasa hidupnya. 

Saat dia berusia 9 tahun setiap kali pulang sekolah dia berjualan “otak-otak” makanan khas dari palembang. Dia berkeliling & menjual makanan tersebut. Memang untung yang didapatkannya tidak lumayan banyak. Tetapi setidaknya uang yang didapatkan bisa ditabung untuk memenuhi kebutuhannya. Tidak hanya menjual otak-otak saja dia juga menjajakan beberapa minuman kemasan & tetap berkeliling untuk mencari rezeki. Hari demi hari ia lewati. Langkah demi langkah pun ia coba untuk bertahan hidup. 

Hingga suatu ketika

Bersambung………..
 

M E R A N T A U

Seorang gadis memilih untuk menginjak di pulau lain. Dengan semangat yang tangguh & bijaksana dalam mengambil sikap. Dia kuatkan tekad. Dan ingin melangkah bebas. Dia berkata

“Aku ingin merasakan suara angin & mengetahui seberapa langkah aku menuju di suatu titik.” 

Langkahnya terus berjalan menyusuri alam. Tidak ada rasa lelah dalam diri gadis itu. Dia tuliskan sebuah kalimat bermakna pada suatu kertas dan berkata

“Hai Alam, Kaulah saksi dalam kehidupanku. Aku tak akan menyerah untuk menggapai angan & langkahku. Aku disini berjuang seorang diri. Siapapun yang mencoba melukaiku, aku tetap melangkah. Sekeras apapun.”

Dia masukkan tulisan bermakna itu dalam sebuah toples kecil. Sisa makanan yang dia bawa dari rumah. Lalu dihanyutkan nya tulisan makna tersebut di sebuah danau. Dan melanjutkan langkahnya.

Langkahnya terhenti ketika ada lelaki tampan berkata padanya

“Hai, Gadis Cantik. Darimana asalmu? Apakah kau berjalan seorang diri? Lebih baik kau istirahat saja. Mukamu sangat pucat. Aku takut kamu terlalu lelah & tidak kuat untuk meneruskan perjalananmu. Mari ikut aku.”

Gadis itu terlihat ketakutan saat lelaki tampan menawarkan diri untuk menemaninya. Dia berjalan seorang diri tanpa ada teman yang mendampingi. Akhirnya si gadis mengikuti langkah lelaki tampan tersebut. Disebuah rumah yang melekat dengan alam. Langkah terhenti seketika. Dan berkata

“Aku tidak mengenalmu. Aku ingin terus melangkah. Aku tidak ingin berhenti di rumah ini. Hai, mas siapa kamu sebenarnya? 

Gadis itu sangat keras kepala. Angan yang menjadi tujuan nya belum tercapai. Wajah pucat & bibir kering sebagai saksi bahwa dia sudah lelah. Niat lelaki tampan itu baik. Dia hanya ingin menawarkan istirahat & makan. Agar dapat melanjutkan langkahnya. Akan tetapi tiba – tiba gadis itu berlari sangat kencang dengan muka ketakutan.

Lelaki tampan itu berlari mengikuti langkah & berkata

“Hai, gadis cantik jangan lah kau pergi. Aku ingin menolongmu. Kembali lah padaku. Aku ini sahabat kecilmu. Aku tahu bahwa kamu ingin pergi ke pulau ini. Ingatkah kamu dengan danau yang kamu telusuri tadi. Dulu kita sering bermain di danau itu hingga sore hari. Percayalah bahwa ini aku. Yang selama ini kau cari.”

Langkah gadis itu terhenti. Dan gadis tersebut berlari kearah lelaki tampan. Mereka saling melepas rindu. Dan gadis berkata

“Kamu yang selama ini ku cari. Tujuan ku ke pulau ini untuk bertemu denganmu. Aku yakin bahwa kamu jodoh yang selama ini ku tunggu. Aku akan tetap tinggal disini dan tidak akan kembali lagi ke kota. Bolehkah?”

Mereka akhirnya melangkah bersama dan tidak akan berhenti melangkah hingga disuatu titik. Sepasang kekasih yang bermula sahabat kecil hidup dengan bahagia tanpa ada hambatan. Angan yang mereka capai belum tercapai dan harus terus melangkah sampai kapanpun.

 “Tujuan Hidup.”